x

Penyandang Autisme Butuh Perhatian dan Penerimaan Dari Masyarakat

WhatsApp Image 2019-04-02 at 13.11.28.jpeg.jpg

02 Apr 2019 5 min to read

Penyandang Autisme Butuh Perhatian dan Penerimaan Dari Masyarakat

Category : Berita MC

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie membuka Workshop Pendidikan Inklusi dalam rangka peringatan Hari Autis se-Dunia Tahun 2019 di Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (1/4/2019).

Singkawang, MC – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie membuka Workshop Pendidikan Inklusi dalam rangka peringatan Hari Autis se-Dunia Tahun 2019 di Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (1/4/2019).

“Peringatan hari autis bertujuan agar masyarakat mengerti tentang autisme dan lebih memperhatikan autisme dengan segala permasalahannya,” kata Tjhai Chui Mie.

Dikatakan Tjhai Chui Mie, autisme memang bukan suatu penyakit dan tentu saja tidak menular seperti halnya demam berdarah, flu atupun penyakit lainnya.

“Keluarga dengan penyandang spectrum autisme membutuhkan perhatian dan penerimaan dari masyarakat serta tentunya bantuan dari pemerintah baik di bidang medis maupun pendidikan,” katanya.

Anak penderita autisme, kata Tjhai Chui Mie walaupun sudah berprestasi tetapi dalam kehidupann sehari-hari belum tentu bias mandiri. “Disinilah peran orangtua dan bantuan dari masyarakat sangat diperlukan,” ujarnya.

Tetapi sangat disayangkan, katanya belum semua lapisan masyarakat mengenal apa itu autisme dan akhir-akhir ini ada kecenderungan oknum menggunakan kata-kata “autis” sebagai bahan ejekan. Kondisi seperti ini membuat orangtua merasa tertekan mempunyai anak autis.

Fenomena ini, menurut Tjhai Chui Mie seharusnya menjadi pusat perhatian penting bagi kita semua. Masalah ini bukan haanya tanggung jawab Pemerintah Kota Singkawang, tetapi masalah kita bersama.

“Karena ini menyangkut masalah masa depan generasi muda, anak-anak yang akan menjadi aset bangsa. Yang pastinya menjadi peran utama dalam membangun bangsa ini dan juga dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Ia mengajak kepada seluruh masyarakat, Bapak dan Ibu Guru untuk menguatkan tekad dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik dan lebih memperhatikan autisme.

“Agar terciptanya generasi Kota Singkawang yang mempunyai talenta, yang bias ditunjukkan ke seluruh Indonesia dan dunia nantinya,” ujar Tjhai Chui Mie.

Kepada keluarga penyandang autis, Ia berpesan untuk tetap berusaha, sabra dan selalu semangat dalam mengembangkan potensi yang ada dalam diri anak.

(Media Center Singkawang)

News Categories

     

a

Newsletter subscribe